Dikabarin – Indramayu
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Indramayu jalur afirmasi KIP/DTSEN menjadi sorotan publik. Pasalnya, portal SPMB Indramayu dinilai belum sepenuhnya transparan karena tidak menampilkan data jarak peserta ke sekolah tujuan secara terbuka.
Berdasarkan hasil pantauan pada portal SPMB SMP Negeri Indramayu, masyarakat tidak dapat melihat hasil informasi mengenai jarak tempat tinggal calon murid ke sekolah tujuan, yang disebut-sebut menjadi salah satu faktor utama penentuan kelulusan, tidak ditampilkan secara rinci.
Padahal, dalam proses seleksi SPMB jalur afirmasi, jarak tempat tinggal peserta menjadi salah satu komponen yang digunakan untuk menentukan prioritas penerimaan sesuai kuota yang tersedia. Tidak adanya informasi tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah orang tua calon murid mengenai dasar penentuan hasil seleksi.
Ketua DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI Indramayu), A. Warjani menilai keterbukaan informasi dalam proses SPMB Indramayu sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan murid baru.
“Transparansi data jarak calon murid ke sekolah tujuan harus ditampilkan secara terbuka di portal SPMB. Ini bagian dari akuntabilitas publik. Jika tidak, akan muncul spekulasi dan keresahan di masyarakat, terutama bagi orang tua yang mendaftarkan anaknya melalui jalur afirmasi,” ujar Warjani, pada Jumat (26/6/2026).
Lanjutnya, keterbukaan data jarak peserta SPMB tidak hanya memberikan kepastian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pengawasan publik terhadap jalannya proses seleksi. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui secara jelas dasar penentuan kelulusan setiap peserta.
PPWI Indramayu meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu serta panitia SPMB SMP Negeri Indramayu segera melakukan evaluasi terhadap sistem yang digunakan. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah menampilkan informasi jarak peserta ke sekolah tujuan secara terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat.
“Keterbukaan informasi akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pelaksanaan SPMB. Semua peserta dan orang tua berhak mengetahui dasar penilaian yang digunakan dalam proses seleksi,” ujarnya.
Sorotan terhadap SPMB Indramayu jalur afirmasi ini diharapkan menjadi perhatian pihak terkait agar proses penerimaan murid baru berlangsung lebih transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp terkait alasan tidak ditampilkannya data jarak peserta SPMB SMP Negeri Indramayu pada portal pendaftaran. ***
wahab